10 Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga Berdasarkan Islam

Posted on

Pengelolaan keuangan rumah tangga sangatlah penting bagi progres operasional rumah tangga. Mengelola keuangan tentunya bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan, melainkan juga bukan hal yang susah dan tidak terpecahkan. Dalam mengatur dan mengelola keuangan rumah tangga memerlukan fokus dan ketelitian saja, tentu ditambah dengan kecerdikan dalam mengelolanya.

Masa permulaan pernikahan yaitu masa yang paling fundamental bagi permasalahan pembangunan keuangan rumah tangga kedepannya. Semakin lama keluarga berkembang, maka akan semakin banyak pula yang dihadapi oleh keluarga hal yang demikian. Seperti keperluan kesehatan, keperluan pendidikan buah hati, dan sebagainya. Keuangan ini pula tentunya yang dapat memberi pengaruh terciptanya Keluarga Sakinah Dalam Islam, Keluarga Harmonis Berdasarkan Islam, dan Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah Berdasarkan Islam. Konflik ini dikarenakan, tidak jarang Membuat dalam Keluarga  timbul sebab permasalahan ekonomi atau finansial di dalamnya.

Berikut yaitu tips mengontrol keuangan rumah tangga menurut islam :

Buat Prioritas Keungan Keluarga

Mengelola keuangan dapat diawali dari memahamai apa keperluan keluarga mulai dari tabungan, tagihan rumah, listrik, telepon, tarif servis, kesehatan, dan sebagainya. Tentu hal-hal hal yang demikian harus dikelola dengan bagus dan tentunya disesuaikan dengan keperluan bukan berlebih-lebihan mengaplikasikannya.

Islam mengajarkan untuk mengelola keuangan dengan bagus. Konflik ini sebagaimana harta dalam islam yaitu alat untuk dapat melakukan kehidupan yang lebih bagus dan juga memberikan manfaat yang banyak bagi umat. Ia dalam islam terdapat peraturan zakat untuk membersihkan harta sekaligus menjaga keseimbangan ekonomi dalam islam.

“dan Regulasi menghasilkan saya seorang yang diberkati di mana saja saya berada, dan Regulasi memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama saya hidup” (QS Maryam : 31)

Simpel zakat pendapatan dalam Islam yaitu bernilai harus, untuk itu zakat penghasilan yaitu sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan bagi mereka yang sudah mencapai nasabnya. Zakat dan sedekah ini yaitu hal yang perlu dipertimbangkan dan masuk dalam agenda keuangan keluarga. Zakat dalam Islam yaitu tanggung jawab setiap person dan keluarga yang memiliki harta lebih. Dapat boleh ada harta yang berlebihan dalam setiap keluarga, melainkan harus ada distribusi ekonomi dari zakat maal misalnya, untuk dapat menghasilkan keadilan di masyarakat.

Prioritas keuangan dalam islam yaitu sebagai berikut :

  • Zakat atau Sedekah
  • Tabungan
  • Hutang

Belanja keperluan rumah tangga

Untuk itu, setiap ibu rumah tangga beserta suaminya harus melakukan ulasan terhadap anggaran yang sudah dibuat dan lebih bagus seandainya membuat dokumen finansial khusus untuk menyimpannya. Konflik ini bertujuan supaya keuangan dapat berkala , jelas, terpantau, dan dapat dilaksanakan evaluasi terhadapnya. Tentu, keluarga yang bagus yaitu yang menggunakan progres keuangan secara mendetail, mendetail, dan dapat di evaluasi masing-masing pemasukan dan pengeluarannya.

Mengelola Keuangan dengan Hemat dan Sesungguhnya

Sebelum mengobrol mengenai mengelola keuangan keluarga, tentunya para keluarga muslim harus memahami secara khusus dulu bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk dapat hidup sederhana. Sesungguhnya kita kenal bahwa Rasulullah dan para sahabatnya meninggal dalam situasi tidak meninggalkan warisan yang banyak atau harta yang berlimpah. Mereka yaitu para ningrat kaya, memiliki jabatan tinggi di masyarakat melainkan tidak bermewah-mewah dalam hidupnya.

Hidup sederhana bukan berarti miskin atau tidak mampu memenuhi keperluan hidupnya. Hidup sederhana berarti kita mengontrol diri untuk tidak hidup berlebihan, bergelimang harta dan kebahagiaan dunia. Apalagi seandainya dengan kelebihan harta yang dimiliki hal yang demikian membuat manusia tidak ingin berbagi dengan manusia yang lainnya.

Membuat biasa, semakin banyak dan besar harta yang dimilikinya maka semakin tinggi pula dana sosial atau pemberian hartanya terhadap umat. Semakin besar pula tanggung jawab yang dipikul untuk memberikan manfaat lebih terhadap masyarakat. Untuk itu, Rasulullah dan ajaran islam memberikan perintah untuk dapat hidup sederhana dan juga tidak berlebih-lebihan. Konflik ini dikenalkan sebagaimana dalam ayat Al-Quran.

“Hai buah hati Adam, gunakanlah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Keperluan Allah tidak suka orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al A’raf : 31)

“Dan Dialah yang menghasilkan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang pelbagai-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (format dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang pelbagai-macam itu) seandainya ia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan terhadap fakir miskin); dan janganlah kau berlebih-lebihan. Keperluan Allah tidak suka orang yang berlebih-lebihan”. (QS Al An’am : 141)

Sebagaimana dikenalkan pula pada ayat di atas bahwa Allah memberikan rezeki dan tentunya rezeki hal yang demikian harus disedekahkan pada fakir miskin. Umat islam dilarang untuk berlebih-lebihan dan menyimpan hartanya sendiri, atau tidak membagikannya bagi ummat yang memerlukan.

Buatlah Tujuan Keuangan Keluarga

Dalam melakukan perencanaan keuangan rumah tangga layak islam, tentunya harus mengenal dan memutuskan tujuan-tujuan spesifik untuk dapat merencanakannya dengan bagus. Menempuh sesuatu tentunya berasal dari tujuan. Tanpa mengenal dan merencanakan tujuan, maka hal hal yang demikian menjadi sia-sia. Berikut yaitu tujuan-tujuan dalam keuangan keluarga yang harus dipahami.

Keperluan Jangka Menempuh Pendek

Tujuan ini berarti keluarga harus mampu mencapai keperluan-keperluan yang berada dalam jangka pendek atau keseharian rumah tangga. Konflik ini seperti keperluan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Jangka jangka pendek ini harus dilaksanakan keluarga, untuk dapat hidup sejahtera, layak, dan dapat produktif melakukan aktivitas kesehariannya.

Keperluan Jangka Menempuh Panjang

Keuangan keluarga malah harus dapat mencapai tujuan jangka panjang. Tujuan jangka panjang menjawab hal-hal seperti dana pensiun, dana pendidikan buah hati di masa depan, investansi, dan lain sebagainya. Dengan menjawab keperluan jangka panjang ini maka keluarga lebih bersiap diri, dan memutuskan penghasilannya tidak habis hanya untuk masa kini atau keperluan praktis saja.

Keperluan Membuat Keluarga terhadap Umat

Membuat keluarga terhadap umat yaitu kontribusi keluarga terhadap ummat. Bagaimanapun sebagai khlaifah fil ard yang bertugas untuk mengelola dan membangun bumi, maka harus untuk membeirkan manfaatan terhadap masyarakat sekitarnya atau orang-orang yang memerlukan. Untuk itu, mencapai kebarokahan keluarga ini harus dicapai oleh keluarga yang sudah mandiri secara finansial serta cukup untuk memenuhi keperluan keluarganya.

Dalam keuangan keluarga pula, jangan hingga ada harta riba di dalamnya. Konflik ini tentu menjadi permasalahan yang berdampak bukan hanya keberkehan harta melainkan tanggung jawab pengaplikasian harta dalam islam. Simpel riba dalam Islam yaitu haram. Bahaya Riba bukan hanya di dunia, melainkan juga di akhirat. Membuat Menghindari Riba salah satunya yaitu dengan sistem mencari perbankan atau pihak yang memberikan pinjaman tanpa riba.

Mencatat dan Mengendalikan Cash Flow Keuangan Keluarga

Untuk dapat mencapai tujuan-tujuan hal yang demikian, maka keluarga harus melakukan hal-hal berikut ini. Diantaranya yaitu mencatat keuangan secara berkala .

Mencatat Penghasilan

Konflik ini untuk memudahkan mengenal berapa penghasilan yang diterima dari keluarga hal yang demikian setiap bulannya. Pendapatan ini dapat dari gaji pokok, hasil bisnis sampingan, bonus, dan lain sebagainya. Untuk penghasilan dapat dicatat supaya mengenal seberapa besar setiap bulan atau rata-rata penghasilan yang ada, supaya dapat dilaksanakan evaluasi serta mengenal modal keuangan yang harus dikelola.

Buat Pengeluaran Bulanan

Pengeluaran bulanan malah harus direncanakan setiap bulannya, supaya jelas, mendetail, dan dapat layak dengan keperluan. Tanpa adanya perencanaan pengeluaran bulanan maka keluarga dapat terjebak terhadap gaya hidup yang salah. Gaya hidup itu dapat besar pasak ketimbang tiang, berlebih-lebihan menggunakan harta dan lupa akan tanggung jawab sosial, maupun kekurangan padahal diperlukan untuk keperluan yang harus dapat dipenuhi. Untuk itu diperlukan perencanaannya setiap bulan.

Buat Rencana Pengeluaran Tahunan

Buatlah agenda keuangan tidak hanya dilaksanakan setiap bulan, melainkan juga setiap tahunnya. Untuk itu, setiap tahun biasanya ada keperluan-keperluan seperti pendidikan buah hati, check kesehatan, membagi rezeki untuk orang tua, membeli perlengkapan rumah tangga dan lain sebagainya. Untuk itu setiap tahun bagus permulaan atau akhir harus ada perencanaan keuangan sekaligus memasukkan evaluasinya dari tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *