Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh, Inilah Tipsnya!

Posted on

Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh–Anak ialah harta yang tidak ternilai oleh apapun. Dia ibarat titipan paling estetis yang diserahkan Allah untuk orang tuanya. Pada masa depannya lah terletak asa serta kebahagiaan semua orang tua.

Dijaman canggih seperti kini ini, ialah sebuah keharusan untuk orang tua guna mengajarkan anak- anak mereka mengenai pentingnya akidah yang lurus. Hal ini urgen untuk dilakukan, menilik banyaknya pengaruh diluaran yang dapat membentuk karakter anak- anak kita. Maka sebagai orang tua, anda harus tahu bagaimana teknik mengarahkan mereka, supaya kelak mereka menjadi anak- anak yang sholeh. Berikut sejumlah tips mendidik anak supaya menjadi sholeh, inilah tipsya:

Tips Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh

  • Sholehkan diri, Sholehkan anak.

Perumpamaan “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, bahwa sedikit tidak sedikit anak ialah cerminan dari kedua orang tuanya. Karena itulah, sebelum anda mempunyai cita- cita guna mendapatkan anak sholeh, memang usahakan semua orang tua mensholehkan diri mereka. Orang tua pun selayaknya melengkapi diri dengan sekian banyak  ilmu, supaya dapat dipakai dalam pengasuhan anak. Ketika anak dibekali oleh bangunan keagamaan yang baik, urusan ini bakal menciptakan tahapan antisipasif terhadap bencana kebobrokan akhlak anak dimasa depan. Jadi sekedar menyuruh anak guna berbuat, tidaklah lumayan membentuk karakter dan individu yang sholeh pada diri mereka. Orang tua pun harus mampu untuk menyerahkan tauladan dalam hal melakukan baik.

  • Orang tuaku, tauladanku.

Bahwa memang anak ialah plagiator ulung atau lebih dikenal dengan sebutan “Like father, like son”. Setiap tindak tanduk orang tua yang tertangkap oleh mata anak- anak mereka, tidak bakal hilang begitu saja. Memori anak yang kuat bakal terus merekam. Jika seorang anak sering berbicara kasar, dapat jadi sebab dia pun sering mendapat ucapan seperti tersebut dari orang tuanya. Atau mungkin sebab si anak seringkali menyaksikan adegan pertengkaran yang dipertontonkan orang tua mereka dirumah. Jika urusan ini tidak dipedulikan setiap hari, lama-lama sikap itu akan diimitasi, diinternalisasi dan dihabitasi dalam kehidupan anak tersebut.

  • Ukir Masa Depan Anak dengan Ilmu

Mengajarkan ilmu untuk anak, ibarat mengukir diatas batu. Ilmu apapun yang orang tua berikan untuk anak bakal dengan gampang terserap. Ini tidaklah mengherankan, sebab ketika anak dicetuskan mereka mempunyai 100 miliar neuron di otaknya. Jika diumpamakan satu unit komputer mempunyai 100 neuron (jaringan) maka benak anak bakal sama dengan 1 miliar unit komputer. Karena itulah, anak-anak mempunyai karakteristik memori yang kuat. Maka, disinilah masa-masa yang tepat untuk semua orang tua guna mengajarkan mereka mengenai akidah yang benar, tetapi tetap dengan bahasa yang mereka dapat pahami.

  • Perhatikan lingkungan anak- anak kita

“Sesungguhnya perumpamaan rekan yang shalih dengan rekan yang buruk ialah seperti penjaja minyak wangi dan pandai besi. Seorang penjaja minyak wangi dapat memberimu atau anda membeli darinya, atau kamu dapat mendapatkan wanginya. Dan seorang pandai besi dapat membikin pakaianmu terbakar, atau anda mendapat baunya yang tidak sedap.” (HR. Bukhari Muslim). Itulah pesan Rasulullah yang mulia, supaya kita berhati- hati dalam memilih teman, serta peka terhadap pengaruh yang berasal dari lingkungan selama kita. urusan yang sama pun berlaku untuk anak- anak kita. Mereka yang polos kadang belum memahami tentang bagaimana mereka mesti berteman. Maka disinilah tantangan untuk orang tua untuk lantas “menyelamatkan” anak mereka dari pengaruh buruk yang akan menyusun kepribadiannya dimasa depan.

  • Sabar, ikhlas dan doa

Kesabaran ialah hal mutlak mesti dipunyai orang tua. Hal ini sebab dalam rentang proses mendidik anak, kadang kita mendatangi hal- urusan yang tidak cukup berkenan. Contohnya, anak bersikap bengal dan tidak inginkan dinasehati. Ketika berada dalam suasana seperti ini, usahakan orang tua menghindarkan diri dari caci maki dan kemarahan yang melulu akan menciptakan mereka semakin menjauh. Ketika emosi telah mulai memuncak, orang tua mesti pandai dalam menguasai diri, katakan pada diri bahwa toh mereka tetap anak- anak, yang barangkali belum sepenuhnya memahami tentang suatu akibat. Kitapun pernah pada umur mereka, dan tentulah saat tersebut kita juga tidak ingin dibetulkan dengan teknik yang kasar. Di samping itu, orang tua pun harus belajar mengenai keikhlasan. Ridho allah ialah tujuan terbaik, dan jalan menggapainya ialah dengan ikhlas. Keikhlasan hati orang tua akan menciptakan apa yang mereka sampaikan gampang diserap dan dicerna anak. Dan yang tidak kalah penting, ialah dengan terus mendoakan mereka, supaya tidak jarang kali berada dijalan Allah, dan besok menjadi generasi islami yang membanggakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *